Refleksi
1 week ago
Dok:
Di antara dua hilal, jiwa dan raga dilatih agar diri kembali fitah.Idulfitri selalu dipahami sebagai momen ketika manusia “kembali fitrah”—kembali kepada kesucian, kejernihan hati, dan jati diri sebagai makhluk yang tunduk kepada Allah. Setelah satu bulan melatih diri melalui puasa, manusia diajak untuk kembali pada kondisi asal yang bersih dari dosa dan penuh kesadaran moral.
Namun, makna kembali fitrah tidak berhenti pada ritual. Ia adalah ajakan untuk kembali mengenali siapa manusia sebenarnya. Untuk memahami fitrah manusia, Islam memberikan contoh paling nyata: fitrah seorang anak.
Dalam Islam, setiap manusia lahir membawa fitrah—potensi suci yang mengarah pada kebenaran dan penghambaan kepada Allah. Hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Fitrah anak bukan sekadar kondisi polos, tetapi cerminan dari sifat dasar manusia sebelum dipengaruhi lingkungan, pengalaman, dan pilihan hidup. Beberapa aspek fitrah anak menggambarkan siapa manusia pada hakikatnya:
1. Kecenderungan kepada kebaikan
Anak secara alami menyukai kejujuran, kasih sayang, dan keadilan. Ini menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya diciptakan dengan orientasi moral yang positif.
2. Hati yang lembut dan mudah tersentuh
Anak mudah tersentuh oleh kebaikan dan cepat memaafkan. Inilah kondisi hati yang menjadi tujuan Idulfitri: hati yang tidak menyimpan dendam.
3. Rasa ingin tahu dan dorongan belajar
Fitrah manusia adalah mencari kebenaran. Anak menunjukkan hal ini melalui pertanyaan tanpa henti dan keinginan memahami dunia.
4. Kebutuhan untuk dicintai dan mencintai
Manusia adalah makhluk sosial. Fitrah anak menunjukkan bahwa hubungan yang hangat dan penuh kasih adalah kebutuhan dasar manusia.
Dengan memahami fitrah anak, kita sebenarnya sedang memahami fitrah manusia—fitrah yang ingin kita kembalikan saat Idulfitri. Kembali fitrah berarti kembali menjadi manusia sebagaimana Allah menciptakan kita: hati yang bersih, akhlak yang lembut, dan jiwa yang selalu mencari kebenaran.